Keutamaan Ilmu dan Menuntutnya

4 01 2010

Di antara atsar yang menyebutkan tentang keutamaan ilmu adalah sebagai berikut :

  1. Dunia ini terlaknat dan terlaknat pula penghuninya kecuali orang yang mempelajari kebaikan atau mengajarkannya (Ka’ab Al-Ahbar).
  2. Kebaikan adalah bagi orang yang berilmu dan orang yang belajar, sedang yang berada di antara keduanya (tidak belajar dan tidak mengajar), maka ia adalah orang hina yang tidak mempunyai kebaikan (Khalid bin Ma’dan).
  3. Belajarlah kamu sekalian sebelum ilmu itu dicabut, sesungguhnya ilmu itu dicabut bersamaan dengan dicabutnya para ulama, dan orang yang berilmu dan orang yang mempelajarinya memiliki pahala yang sama (Abu Darda).
  4. Barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan menuntut ilmu demi untuk menghidupkan Islam, maka antara dia dengan para nabi adalah sama, satu derajat di syurga (Al-Hasan Al-Bashri)
  5. Ibnu Mas’ud berkata : Orang yang berilmu mempunyai derajat 700 derajat di atas derajat orang mukmin. Jarak anatara satu derajat dengan derajat lainnya sejauh perjalanan 500 tahun.
  6. Ibnu ‘Abbas berkata : Sesungguhnya orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain, maka setiap hewan melata akan memohonkan ampunan baginya, termasuk pula ikan paus di lautan. (Mukhtashar Minhajul Qashidin : 11)
  7. Al-Hasan berkata : Jika tidak ada orang yang berilu, niscaya manusia laksana binatang.
  8. Mu’adz bin Jabbal berkata : Pelakjarilah ilmu, karena mempelajari ilmu karena mengharap wajah Allah itu mencerminkan rasa khasyyah, mencarinya adalah ibadah, mengkajinya adalah tasbih, menuntutnya adalah jihad, mengajarkannya untuk keluarga adalah taqarrub. Ilmu adalah pendamping di saaat sendirian dan teman karib di saaat menyepi.
  9. Abu Darda berkata : Orang yang berilmu dan orang yang menuntut ilmu berserikat dalam kebaikan, selebihnya adalah manusia-manusia bodoh yang pada mereka tidak terdapat kebaikan.

10.   Al Allamah Ibnul Qayyim menerangkan tentang kelebihan ilmu di atas harta :

  1. Ilmu adalah warisan nabi, sedangkan harta adalah warisan para raja dan orang kaya.
  2. Ilmu menjaga pemiliknya sedangkan harta harus dijaga poleh pemiliknya.
  3. Ilmu mengendalikan harta sedangkan hara dikendalikan oleh ilmu, dengan demikian ilmu adalah memerintah sedangkan harta diperintah.
  4. Ilmu selalu bertambah jika didermakan dan diajarkan kepada orang lain, sedangkan harta akan hilang percuma jika dibelanjakan kecuali shadaqah.
  5. Ilmu seannatiasa menemai pemliknya hingga ke liang kubur sedangkan harta akan memisahkan diri dari pemiliknya sesudah kematiannya kecuali shadaqah jariyah.
  6. Harta dapat diperoleh setiap orang baik kafir maupun muslim, yang durhaka maupun yang shalih. Sedangkan ilmu yang bermanfaat tidak akan diperoleh kecuali oleh seorang mukmin.
  7. Para raja dan lainnya membutuhkan orang yang berilmu, sedangkan orang miskin dan orang-orang yang butuh memmerlukan pemilik harta.
  8. Pemilik harta bisa saja menjadi fakir antara siang dan malam hari, sedang ilmu tidak dikhawatirkan kemusnahannya kecuali jika pemiliknya menyia-nyiakannya.
  9. Harta kadangkala menjadi menjadi sebab kebinasaan pemiliknya, berapa banyak orang yang kaya diculik karena hartanya. Sedangkan ilmu adalah kehidupanbagi pemiliknya meskipun sudah wafat.
  10. Kebahagiaan karena ilmu bersifat abadi, sedangkan kebahagiaan harta bersifat sementara dan suatu saat akan binasa.
  11. Orang yang berilmu, kadar dan nilanya ada pada dirinya sedangkan orang kaya nilanya ada pada hartanya.
  12. Orang kaya dengan hartanya mengajak orang lain untuk mengejar dunia, sedang orang yang berilmu mengajak orang yang berilmu untuk menuju akhirat.

Hadits dan atsar di atas menunjukkkan tentang keutamaan ilmu sebagai berikut :

  1. Ilmu akan mengangkat derajat seorang mukmin di atas tingkatan para hamba lainnya (Al-Mujadalah : 11).
  2. Keutamaan seorang yang berilmu dibandingkan dengan seorang ahli ibadah laksana keutamaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam atas hamba yang hina.
  3. Allah akanmemudahkan baginya jalan menuju jannah.
  4. Para malaikat akan membentangkan sayap rahmatnya kepada para penuntut ilmu.
  5. Seluruh makhluk (hewan) akan memintakan ampun bagi para penuntut ilmu.
  6. Orang yang menuntut ilmu berada dalam fii sabilillah.
  7. Orang yang mengajarkan ilmu akan mendapatkan balasan pahala seperti pahala orang yang mengamalkanilmu tersebut.
  8. Pahala seorang ‘alim akan terus bermanfaat an tidak terputus meskipun telah wafat.
  9. Orang yang menuntut ilmu selalu berada dalam kebaikan.

Fungsi dan Peran Ilmu

  1. Ilmu merupakan sarana dan alat untuk mengenal Allah (QS. Muhammad : 19)
  2. Ilmu akan menunjukkan jalan menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan.
  3. Ilmu merupakan syarat utama diterimanya seluruh amalan seorang hamba, maka orang yang beramal tanpa ilmu akan tertolak seluruh amalannya.
    Ibnu Munir berkata : ilmu adalah syarat benarnya perkataan dan perbuatan, keduanya tidak akan bernilai kecuali dengan ilmu, maka ilmu harus ada sebelum perkataan dan perbuatan, karena ilmu adalah pembenar niat, sedangkan amal tidak akan diterima kecuali dengan niat yang benar.

Sarana Mencari Ilmu

Ada tiga sarana pokok dalam mencari ilmu sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur’an, yaitu :

  1. As-Sam’u (pendengaran), merupakan asas ilmu dan digunakan baik pada masa penurunan wahyu, penyampaiannya kepada para sahabat maupun kepada kita sekarang.
  2. Al-Bashar (penglihatan), adalah asas ilmu yang sangat dibutuhkan untuk mengamati sesuatu dan mencobanya.
  3. Al-Fuad (hati), yang ketiga ini adalah asas ‘aqli yang harus dimiliki oleh setiap penuntut ilmu.

Allah berfirman dalam al-Qur’an :
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
(Al-Qur’an al-Karim Surat An-Nahl [16] : ayat 78)

Manusia dilahirkan dalam keadaan tidak mengetahui ilmu apapun. Ilmu yang diperolehnya hanya dengan belajar dan menggunakan sarana yang telah dikaruniakan allah kepadanya. Karunia ini berupa pendengaran, penglihatan, dan hati yang berfungsi sebagai jendela untuk melihat, mendengar, dan merasakan alam sekitarnya. Maka barangsiapa yang kehilangan ketiga sarana ini atau kehilanagan mata dan pendengarannya, mereka tidak terkena beban untuk menuntut ilmu, termasuk juga beban-beban syariat lainnya.

Al-Qur’an juga memberi nasihat dan menerangkan tentang pertanggungjawaban ketiga komponen ini jika ketiganya tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Allah berfirman :
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Al-Qur’an al-Karim Surat Al-Isra’ [17] : ayat 36)

Wallahu a’lam bish-shawab wa ‘afwu minkum.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: