Bila AL-QUR’AN Mulai Berbicara

5 02 2010

Berikut ana tulis renungan diri…

====================================================

BILA AL-QUR’AN MULAI BERBICARA

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku…
Dengan wudhu, Aku kau sentuh…
Dalam keadaan suci, Aku kau pegang…
Aku, kau junjung dan kau pelajari…
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari…
Setelah selesai engkau menciumku mesra…

Sekarang engkau telah dewasa,
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku,
Apakah Aku bahan bacaan usang yang tinggal sejarah…?
Menurutmu, mungkin aku bahan bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu,
Atau, menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji,
Sekarang, Aku tersimpan rapi sekali,
Sehingga engkau lupa dimana Aku tersimpan,
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai pengisi setormu…

Kadang kala Aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertakwa,
Atau Aku kau buat penangkal untuk menakuti iblis dan syaithan ,
Kini Aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian, kesepian…
Di dalam almari, di dalam laci, Aku engkau pendamkan…

Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman,
Di waktu petang, Aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau,

Sekarang…seawal pagi sambil minum kopi…engkau baca surat kabar dahulu,
Waktu lapang engkau membaca buku karangan manusia,
Sedangkan Aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari ALLAH ‘Azza wa Jalla, engkau abaikan dan engkau lupakan…

Waktu berangkat kerja pun kadang engkau lupa baca pembuka (Bismillah),
Di dalam perjalanan engkau lebih asyik menikmati music duniawi,
Tidak ada kaset yang berisi ayat ALLAH yang terdapat di dalam keretamu,
Sepanjang perjalanan, radiomu selalu tertuju ke stasiun kesukaanmu, mengasyikkan…

Di meja kerjamu tidak ada Aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja,
Di komputernu pun kau putar music favoritmu,
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku,
Email temanmu yang ada aya-ayatku pun kau abaikan,
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu,
Benarlah dugaanku bahwa kini sudah benar-benar hamper melupakanku…

Bila malam tiba engkau tahan bersekang mata berjam-jam di depan TV,
Menonton siaran televisi,
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk,
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah,
Waktupun cepat berlalu…
Aku semakin kusam dalam laci-lacimu,
Mengumpul debu atau mungkin dimakan hama,

Seingatku, hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali itupun hanya beberapa lembar dariku…
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu,
Engkaupun kini terangkak-rangkak ketika membacaku,
Atau waktu kematian saudara atau taulanmu…

Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba, engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNYA,
Apakah TV, radio, hiburan atau computer dapat menolongmu…?
Yang pasti ayat-ayat ALLAH Tabaraka wa Ta’alaa yang ada padaku menolongmu,
Itu janji Rabbmu, ALLAH Subhanahu wa Ta’alaa…

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu,
Setiap saat berlalu…
Dan akhirnya kubur yang setia menunggumu…
Engkau pasti kembali,
Kembali kepada Rabbmu…

Jika Aku engkau baca selalu dan engkau hayati,
Dikuburmu nanti, Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan,
Yang membantu engkau membela diri dalam perjalanan alam akhirat,
Dan Akulah “Al-Qur’an”, kitab sucimu yang senantiasa menemani dan melindungimu…

Peganglah Aku kembali,
Bacalah Aku kembali di setiap harimu,
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat-ayat suci,
Yang berasal dari ALLAH ‘Azza wa Jalla, Rabb Yang Maha Pengasih dan Pemurah, yang disampaikan oleh Jibril melalui Rasulmu…
Keluarkanlah segera Aku dari almari, lacimu…
Letakkan Aku selalu di depan meja kerjamu,
Agar engkau senantiasa mengingat Rabbmu…

Sentuhilah Aku kembali,
Baca dan pelajari lagi Aku di setiap datangnya pagi, petang dan malam hari walau secebis ayat,
Seperti dulu…
Waktu engkau masih kecil…
Di surau kecil kampungmu yang damai…
Jangan engkau biarkan Aku sendiri dalam bisu dan sepi…

====================================================

Ikhwah fillah, jujur ya… Ana menulis bait-bait renungan ini sambil menangis. Terasa tersentuh bait-bait ini ke dalam hati…
Yuk! Kita jadikan diri ini menjadi jiwa-jiwa yang Qur’ani!
Barokallahu fiikum.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: