Jam Al-Azhar Pun Berputar (1)

18 05 2010

Ku temukan sebuah benda yang terjatuh di depan diriku. Benda itu berbentuk sama dengan yang aku miliki. Aku ingin mengambilnya. Tetapi datanglah seseorang pemilik benda itu.

SubhanALLAH…”, ucapku lirih.

Ku lihat pancaran wajah seorang murobbi di depanku. Terlihat tegap, penuh semangat, dan bijak. Ku berdiri di depan murobbi itu. Lama. Sangat lama.

Ya! Dialah murobbiku, yang mengajariku, memberiku ilmu syar’i ketika aku masih buta akan agama yang indah ini. Dialah yang tiba-tiba menghilang dari kehidupanku selama ini.

Dia mengambil benda itu lalu mengangkat wajahnya. Tatapan tertuju padaku. Kemudian, ia pun pergi seolah tak menghiraukanku.

Tidakkah ia melihatku yang sedang berdiri di depannya? Tidakkah ia ingat kepadaku? Tidakkah ia menyapaku? Apa yang terjadi padanya? Apa yang terjadi padaku?.

Mata tertuju pada seseorang itu. Seseorang yang memberiku makna hidup yang begitu besar. Air pun keluar dari pelupuk mata dengan derasnya mengalir ketika melihat orang itu mulai menghilang dari pandangan mata.

Banyak tanya mulai muncul di dalam benak. Begitukah seorang murobbi kepada binaannya? Apakah hanya karena aku satu-satunya binaannya yang ber-gender perempuan lalu ia menjauhiku?

Aku pun pulang dengan membawa se-paket tanya. Siapakah ia? Diakah murobbiku yang dulu? Bla…bla…bla…

“Aaaaahhh. Dia bukan murobbiku. Mana ada mahasiswa Al-Azhar bersikap seperti itu? Pasti dia adalah orang yang mirip dengan murobbiku”, pikirku.

Beberapa hari setelah kejadian itu pun aku mengunjungi sebuah tempat dimana aku bertemu seorang yang ku anggap murobbiku itu untuk suatu kepentingan. Bertemu dengan beberapa ikhwah seperjuangan disana.

Pertemuan itu di sebuah unit ruangan yang terdapat hijab besar. Karena saat itu adalah pertemuan ikhwan dan akhwat yang akan membahas sesuatu. Membahas strategi dakwah.

Assalaamu’alaykum wa rohmatullahi ta’alaa wa barokatuh…”, sapaku ketika aku memasuki sebuah ruangan itu dari muka pintu akhwat.

Wa’alaykumussalaam wa rohmatullahi ta’alaa wa barokatuh…”, jawab seorang ikhwan di seberang hijab besar itu.

<lanjut ke Jam Al-Azhar Pun Berputar (2)>

sumber : https://akhwatkeadilan.wordpress.com/ (army)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: