Jam Al-Azhar Pun Berputar (2)

18 05 2010

Aku pun terperanjat kaget. Aku kira belum ada yang datang. Lalu aku terdiam. Duduk di dekat pintu.

Tiba-tiba seorang di seberang hijab mengeluarkan suaranya, “Yaa ukhti, barokallahu fiiki. Aku tahu kau terbelenggu pertanyaan-pertanyaan tentangku”.

Hah? “…tentangku…”? Suara murobbi ku-kah itu?. Pikiran semakin berkecamuk. Yah! Itu suara murobbiku. Ingin rasanya kabur dari ruangan itu.

Orang itupun kembali bersuara, “Yaa ukhti, aku ingin berpesan kepadamu. Janganlah kamu berpikir bahwa dengan tarbiyah, kamu telah mampu menaklukkan diin (agama) ini. Sungguh, TIDAK! Justru pikiran itu akan menyebabkan dirimu terperangkap dalam kesombongan dan sok tau. Tetaplah berjuang di jalan dakwah ini.”

Suara di seberang itu membuatku terdiam seribu bahasa dan menahan menangis di ruangan itu. Sebuah pesan yang begitu penuh makna.

“Tetaplah berkarya, tetaplah bersemangat dalam menuntut ilmu. Menuntut ilmu itu wajib. Dan masih ingatkah engkau bahwa Rasulullah pernah bersabda : “Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”1 ?.”

“Dan ingatkah engkau bahwa Rasulullah juga pernah bersabda : “Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat.2 ?”

“Ingatlah, waktu tak dapat diputar kembali. Maka, masa lalu janganlah dibuang begitu saja. Tapi simpanlah dan jadikan sebagai sebuah pelajaran bagi kita. Hari kita adalah hari kemarin dan hari ini. Jam-pun berputar sesuai aturanNya. Semua tidak luput dari aturanNya. Selalulah berusaha menjadi insan yang lebih baik dari hari kemarin.”

“Jika kamu ingin pekerjaan yang enak, maka janganlah memilih jalan dakwah. Karena di jalan dakwah ini, suka duka ataupun manis pahitnya perjuangan akan begitu terasa. Dan kamu tak akan pernah berhenti ataupun istirahat. Karena istirahatnya seorang da’i/da’iyyah adalah saat dirinya mati.”

“Dan ingatlah, sukses atau tidaknya menuntut ilmu itu bukan terletak dari jauh dekat tempat dia menimba ilmu. Tetapi kesuksesan itu lebih terdapat pada pengamalan sebuah motto “Man Jadda Wajada” (barangsiapa yang bersungguh-sungguh, dia akan mendapatkannya).”

Tangispun tak mampu ditahan. Airmata keluar dengan derasnya.

SubhanALLAH, dia (murobbi) yang masih memperhatikan talaqqi-ku walau kini aku berjuang sendiri disini.

Al-Azhar. Sebuah nama universitas yang tak pernah aku lupakan. ^_^

————————————————————-

1.  [HR. Muslim]

2. [HR. Ar-Rabii’]

sumber : https://akhwatkeadilan.wordpress.com/ (army)


Actions

Information

One response

20 05 2010
Jam Al-Azhar Pun Berputar (1) « A Mujahidah Wanna Be

[…] <lanjut ke Jam Al-Azhar Pun Berputar (2)> […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: