He is My Love

23 05 2010

Entah mengapa, akhir-akhir ini rasanya sangat rindu kepada orangtua. Entah mengapa, akhir-akhir ini rasanya ingin pulang ke rumah. Melihat wajah dua malaikat itu. Ya! Ayah dan ibu.

Beliau-beliau adalah motivasiku. Penyemangatku.

Aku tahu walau selama ini kasih sayang yang sangat terlihat adalah kasih sayang dari seorang ibu. Tetapi tidak! Sungguh tidak! Kasih sayang dari seorang ayah selama ini juga terlihat jelas. Bila aku ketahui, kelelahan maupun jatuh bangunnya seorang ayah adalah untuk anak-anaknya.

Mungkin selama ini yang aku lihat adalah ayahku seorang pekerja keras, tak peduli denganku. Sungguh ternyata tidak. Tak hanya ibu yang peduli padaku. Namun ayah pun peduli denganku.

Perhatian ayah terhadap seorang anak antara lain :

1.   Memberi Ilmu Rabbani maupun Ilmu Duniawi

Pernah saat aku masih kecil aku marah kepada ayah dan aku berkata, “Adek tak ingin belajar! Adek gak mau sekolah!”.

Lho, kenapa begitu?”, jawab ayah yang sedang bersiap-siap berangkat ke tempat rekan bisnisnya.

Ayah, besok adek tuh ujian. Adek UAS. Adek ingin belajar ma ayah. Lagipula, adek kan udah lama gak tanya ini-itu tentang pelajaran ke ayah. Ayah kan guru. Masa’ adek punya ayah yang seorang guru, tapi adek tanya hal ini-itu ke guru lain?

Aku tahu wajah ayahku saat itu. Ayah terdiam. Aku pun bingung. Mungkin kata-kataku begitu pedas di dengar oleh ayah. Maklum, anak kecil kan emosinya gampang keluar… Memang, aku lama sekali tak bertanya ini-itu ke ayah kecuali masalah agama.

Ayah pun meletakkan tasnya. Beliau menghampiriku dan membelai kepalaku. Dan akhirnya pun aku belajar dengan ayah.

2.    Berusaha mewujudkan cita-cita anaknya

Aku kira selepas kejadian itu, ayah masih tetap cuek (gak peduli) padaku. Karena yang aku lihat adalah ayah itu sibuuuuuk terus. Ternyata tidak! Ayahku sangat peduli padaku. Aku tahu mengapa ayah semakin hari semakin bekerja keras, itu karena ingin mewujudkan cita-citaku. Saat aku masih SD, aku ditanya oleh ibu tentang cita-citaku. Akupun menjawab, “Adek ingin menjadi seorang dokter. Merawat orang-orang sakit. Dan mungkin yang akan membuat adek selalu ingat kematian.

Nah, sejak itulah… Ayah seolah-olah tak berhenti mencari uang. Karena apa? Terakhir aku dengar dari kedua orangtuaku, saat itu biaya masuk untuk kedokteran adalah 80 juta.

Wah, ternyata ayahku hebat! Berjuang cari uang, nafkah dengan minimal 80 juta harus tercapai. Kereeeeennnn… (suiiittt…suittt) ——- (walau kini niat jadi dokter udah luntur, tapi aku sangat salut dengan usaha ayah)

3.    Selalu memberi nasihat terhadap anaknya

Aku kini telah beranjak dewasa. Sudah lepas dari orangtua. Aku kira dengan jauhnya jarakku antara aku dan orangtua, aku merasa kesepian dan merasa hidup sendiri.

Tidak! Ternyata tidak. Ayah selalu memperhatikanku walau via telepon. Karena hanya itulah alat komunikasi antara aku dan orangtuaku. Ayah selalu memberiku arahan ketika aku bimbang akan sesuatu. (tentunya aku istikharah juga)

Beliau juga tahu saat aku menginginkan nasihat-nasihat beliau, padahal aku tak memintanya. Ayah tak pernah membiarkanku sendiri. I LOVE MY PARENT.

Nasihat yang selalu ku ingat saat beliau telepon adalah “Bila berdo’a, yakinlah bahwa ALLAH akan mengabulkan. Ketika do’amu belum dikabulkan, maka bersabarlah. Janganlah berputus asa! Karena semua ada waktu yang indah untuk mengabulkan do’amu. ALLAH mengujimu terlebih dahulu. Ibaratnya seperti saat kamu meminta permen ke abi, abi tak begitu langsung memberimu. Namun, abi menguji kepatuhanmu kepada abi, ummi, kakak. Begitulah, nak. Dan ketika do’amu telah diijabah oleh ALLAH, maka janganlah kamu kurangi ibadahmu. Apakah kamu tidak malu bila ALLAH telah meng-ijabahnya, sedang kamu lupa akan Rabbmu?”.

———————————————————–

hiks, “Apakah kamu tidak malu bila ALLAH telah meng-ijabahnya, sedang kamu lupa akan Rabbmu?“. Hampir saja airmata menetes. Akhirnya airmata itu tertahan ketika masih ditelepon. Selepas ditelepon, airmata tak tertahankan karena kata-kata itu. T_T

Syukron laka yaa abiy… Begitu indah nasihat-nasihatmu…”

Hmmm… Begitu indahnya memiliki ayah dan ibu yang perhatian. Apalagi beliau-beliau masih ada. Tak boleh disia-siakan! Sungguh merugi bagi anak yang menyia-nyiakan ayah dan ibunya. Jadi ingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bahwa salah satu dari 3 perkara yang membuat keseluruhan amal tidak berguna adalah durhaka kepada orangtua.

Ada tiga hal yang menyebabkan tidak bergunanya seluruh amalan, yaitu: syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, dan lari menghindari pertempuran (dalam perang fisabilillah).” [HR. Ath-Thabrani]


Actions

Information

2 responses

31 05 2010
Imam al-farisi

Nice postingan…

11 06 2010
Bang Raly

Lanjut gan..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: